Selasa, 10 Maret 2015

Bahaya Kehamilan Usia Muda

Kehamilan pada usia dini menarik untuk diperbincangkan, karena terjadi perbedaan pandangan antara yang mempertimbangkan aspek psikisnya, kedewasaanya dengan yang mempertimbangkan aspek biologisnya saja. Remaja putri secara biologis memang siap dan bisa hamil manakala sudah memasuki aqil baligh, pada usia antara 9 sampai dengan 14 tahun. Secara psikis tentu masing-masing negara dengan beragam lingkungan, tingkat pendidikan, dll tntu berbeda percepatan kedewasaan seseorang. Kehamilan yang beresiko tinggi adalah pada remaja putri yang belum siap diri dan lingkungannya, sehingga menimbulkan permasalahan lanjutan. Kasus aborsi yang marak karena pergaulan bebas remaja menjadi salah satu fenomena untuj mencermati Bahaya Kehamilan Usia Muda.


kehamilan



Resiko Mengancam kehamilan Muda


Kehamilan usia muda memang sangat berisiko besar. Banyak hal yang menjadi larangan bagi wanita untuk memilih menikah di usia muda. Usia ideal menikah bagi wanita ialah antara umur 20 sampai 25 tahun. Umur ideal tersebut memang sudah menjadi usia terbaik. Pada usia tersebut wanita juga telah mempunyai mental yang cukup untuk memikirkan hal yang lebih banyak dan rumit. Tak hanya itu saja, pada usia tersebut organ wanita seperti rahim telah memiliki persiapan dalam memproduksi keturunan. Beberapa bahaya dapat terjadi untuk wanita yang memilih menikah pada usia muda ialah belum siapnya memiliki keturunan. Jika sudah demikian proses reproduksi dapat mengalami kemungkinan seperti pertumbuhan janin yang kurang sehat, keguguran, dan persalinan prematur.


Pertumbuhan janin yang kurang sehat atau bahasa ilmiahnya bisa disebut intrauterine Growth Restriction (IUGR). Hal ini dapat terjadi karena pengaruh sang ibu yang hamil diusia muda atau masih di bawah umur ideal menikah. Dinding rahim atau endometrium belum kuat dan peluruhan pada setiap periode menstruasi masih belum sempurna, sehingga proses menempelnya embrio pada dinding rahim tidak kondusif. Terjadinya janin yang tidak berkembang sehat biasanya dapat ditandai dengan denyut jantung janin yang semakin melemah, hal ini dapat diprediksi pada usia 3 bulan. Kehamilan pada usia yang tidak normal dapat memicu melemahnya detak jantung dan dapat menyebabkan perkembangan janin yang lambat. Dalam usia kehamilan muda sel telur belum mengalami kualitas yang baik atau belum sempurna, sehingga mempengarui perkembangan pada janinnya.



Kehamilan Rawan karena organ belum siap


Tak hanya itu, rahim dan organ pinggul yang masih belum kuat menampung janin, sehingga belum matang dalam poses menampung rahim dan dalam proses persalinan. Hal ini juga dapat mengalami keguguran dan sang ibu dapat mengalami risiko luka serius pada saat persalian empat kali lebih besar dari usia hamil normal. Keguguran ini merupakan terputusnya harapan janin untuk hidup, usia kehamilan muda dan rahim yang belum siap berkemungkinan mengalami keguguran. Wanita yang masih belum siap hamil terkadang belum memperhatikan asupan gizi yang diperlukan oleh ibu hamil, terkadang juga para wanita masih menggunakan gaya hidup yang kurang baik. Wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging setengah matang karena dapat memacu bakteri-bakteri jahat yang akan masuk ke dalam plasenta dan menyebabkan janin terinfeksi.



Kehamilan usia muda


Terjadinya kelahiran prematur juga dapat terjadi. Kelahiran prematur ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia janin belum memasuki minggu ke-37. Bayi-bayi yang lahir secara prematur juga dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan kesehatan. Penyebab ibu yang mengalami stres juga dapat menyebabkan bayi mengalami berbagai gangguan kesehatan. Usia muda yang belum memiliki cara berfikir lebih matang lebih mudah mengalami stres akibat berbagai masalah yang dihadapi setelah nikah. Sang ibu yang mengalami stres pada masa kehamilan dapat berpengaruh terhadap kandungan. Hal ini memang lebih berisiko tinggi.


Kehamilan yang terjadi pada usia dini terkadang menandung risiko yang perlu untuk. Pasalnya, emosional dari seorang calon ibu muda belum stabil dan mudah mengalami stres sehingga rawat menimbulkan resiko ikutan. Seperti diketahui kecacatan kelahiran bisa diakibatkan karena kondisi ketegangan ibu tersebut pada saat dalam kandungan.


Kehamilan pada usia muda bisa berlanjut pada peristiwa keguguran pada usia muda. Keguguran memang proses biologis karena tidak disengaja, dan umumnya diakibatkan oleh rasa terkejut yang dalam, rasa cemas berkelanjutan, stres yang akut. Bahaya kehamilan pada remaja usia dini yang sering terjadi adalah keguguran yang berlanjut pada pendarahan dan trauma. Karena itu penanganan dari para profesional disekitar yang bersangkutan sangat diperlukan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon