Jumat, 08 Mei 2015

Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita

Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita saat ini bukanlah sebuah hal yang mustahil. Bahkan, di zaman serba canggih seperti saat ini, mengembalikan keperawanan wanita dapat dikatakan sangat mudah, tidak sulit sama sekali. Jika para ahli kecantikan terutama yang melalui metode bedah plastik dapat merubah bentuk hidung yang tadinya kurang mancung menjadi lebih mancung dan menarik kulit menjadi kencang kembali, mengapa tidak bisa mengembalikan keperawanan seorang wanita? Dari segi teknis, mengembalikan keperawanan seorang wanita bukanlah masalah bagi teknologi saat ini. Namun, di luar sisi teknis tentu ada sisi yang lain. Dari segi psikologis, ada resiko bagi setiap wanita yang berniat atau malah sudah mengambil tindakan mengembalikan keperawanannya.


Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita


Bohong Menjadi Pilihan Pahit Menutupi Masalah


Wanita yang berniat atau telah mengambil tindakan untuk mengembalikan keperawanannya sesungguhnya tengah bersiap untuk merencanakan sebuah kebohongan, yang mungkin, paling besar dalam hidupnya. Di luar itu, wanita yang melakukan hal ini pada dasarnya terjebak oleh mitos bahwa keperawanan adalah kunci kebahagiaan keluarga. Mereka merasa bahwa diri mereka tidak ada harganya lagi tanpa keperawanan mereka, yang tentu saja salah. Sesungguhnya, jika Anda melakukan Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita, Anda pada dasarnya tidak yakin apakah pasangan Anda bersedia menerima diri Anda apa adanya baik saat ini maupun kelak.


Keperawanan Wanita Masih Sakral di Masyarakat


Meski demikian, Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita di tengah masyarakat yang mayoritas masih percaya pada sakralnya nilai sebuah keperawanan, sedikit banyak dirasa perlu oleh sebagian wanita. Seorang wanita tidak seharusnya hanya dinilai dari keperawanannya saja. Oleh sebab itu, jika Anda adalah salah seorang wanita yang bersedia melakukan tindakan ini, hargailah keputusan Anda sendiri. Anda mungkin pernah melakukan kekeliruan di masa silam, tetapi siapa yang tidak pernah? Hidup di tengah masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai agamis, ditambah cukup dominannya peran kaum pria, membuat wanita terkadang tidak punya pilihan.


Mengembalikan Keperawanan Wanita Sebuah Ikhtiar


Dengan mengembalikan keperawanan Anda, Anda sejatinya tengah bersiap memperbaiki diri dan melupakan masa lalu Anda. Anda siap mengambil sebuah awal yang baru. Bagaimana jika rasa bersalah itu datang? Rasa bersalah setiap kali Anda ingat bahwa sebenarnya Anda telah menipu pasangan Anda, mungkin untuk seumur hidupnya. Jadilah pasangan yang sebaik mungkin untuk menebus rasa bersalah itu. Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita mungkin sebuah ikhtiar yang bisa dipilih oleh wanita dengan segala resikonya.


Sikap Positif Merespons Tindakan Wanita Tentang Keperawanan


Seorang wanita yang telah mengambil tindakan mengembalikan keperawanan, harus tetap dihargai setara dengan wanita yang masih perawan sampai menikah. Bukankah setiap orang berhak akan awal yang baru? Justru wanita yang layak dipertanyakan kualitasnya adalah wanita yang menganggap bahwa dirinya lebih berharga dan lebih baik dibanding dengan wanita yang sudah tidak perawan lagi, atau mereka yang telah mengambil Tindakan Mengembalikan Keperawanan Wanita.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon